Rabu, 28 Januari 2015

BAYAR HARGA

Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya dan dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki. (Rut 4:13) Ketika ia berusia 7 tahun, keluarganya diusir dari rumah karena masalah hukum. Pada usia 9 tahun, ibunya meninggal. Ia kehilangan pekerjaan yang sangat dibutuhkan pada usia 22 tahun. Empat tahun kemudian, ia terjerat utang besar karena bermitra dengan orang yang salah. Pada umur 41 tahun, pernikahannya berantakan, bahkan anak laki-lakinya yang masih kecil meninggal. Ketika usianya memasuki hampir setengah abad, ia mencalonkan diri sebagai anggota senat untuk kesekian kalinya, dan lagi-lagi gagal. Tetapi, pada akhirnya, Amerika Serikat mengangkatnya menjadi Presiden. Ia tidak lain adalah Abraham Lincoln. Kebanyakan orang hanya melihat lapisan luar. Mereka kagum atau bahkan iri akan kesuksesan seseorang. Dan jarang melacak proses menuju puncak itu. Air mata. Perlakuan tidak adil. Kesepian. Rasa sakit. Hal itu tidak diperhitungkan. Apakah kita menganggap Rut sebagai perempuan paling beruntung sedunia karena dinikahi Boas, seorang pengusaha kaya raya? Mungkin kita berpikir, "Alangkah bahagianya dia, seorang janda namun dipinang oleh perjaka. Rut pasti senang bukan main, hidupnya yang kekurangan berubah jadi berkelimpahan." Kita lupa dengan kesetiaannya mengikut Naomi. Kita tidak memperhatikan keuletannya dalam bertahan hidup. Kita tidak menghitung berapa banyak air mata yang berlelehan. Hari ini kalau kita melihat keberhasilan seseorang, jangan buru-buru cemburu. Lihatlah lebih dalam. Perhatikan dengan saksama. Belajarlah dari proses yang dialaminya. JIKA RUMPUT DI HALAMAN TETANGGA KITA TERLIHAT LEBIH HIJAU, PASTILAH BIAYA PERAWATANNYA LEBIH BESAR.

Sabtu, 24 Januari 2015

Februari 2015 Istimewa

Februari 2015 ini tidak datang lagi dalam hidupmu. Karena tahun ini Februari punya 4 Minggu, 4 Senin, 4 Selasa, 4 Rabu, A Kamis, 4 Jumat, 4 Sabtu. Hal ini cuma terjadi setiap 823 tahun sekali.

BELAJAR SOSOK IMAM KELUARGA DARI SEORANG BAMBANG WIDJOYANTO

Kemarin sampai pagi ini kita dikejutkan oleh berita heboh tertangkapnya seorang wakil ketua KPK oleh tim dari Bareskrim Mabes Polri saat mengantar anaknya sekolah.

Saya tidak tertarik membahas sisi politiknya, karena politik itu berkaitan dg kepentingan, bukan lagi urusan benar dan salah.

Dalam kasus ini saya justru tertarik dari sisi parenting. Ada message Allah yang dititipkan lewat kasus ini, yaitu kita diminta melihat bagaimana seorang sosok ayah mendidik anaknya.

Mari kita cermati bersama
a. Pak Bambang ditangkap saat mengantar anaknya yg keempat sekolah,  masih usia SD, ditemani anak ketiganya yg mau kuliah.  Berita terkait hal ini bisa dilihat di

http://m.detik.com/news/read/2015/01/23/093417/2811613/10/bareskrim-tangkap-wakil-ketua-kpk-bambang-widjojanto

Learning point : sesibuk apapun seorang ayah tidak akan melewatkan moment penting yg akan dikenang anak sampai besar. Salah satunya adalah perbincangan di mobil selama perjalanan ke sekolah.

b. Pak Bambang saat ditangkap dan "diborgol"oleh pihak bareskrim disaksikan dari awal hingga akhir oleh putri ketiganya yg sudah berusia 20 th.

Learning point : seorang ayah harus berani menancapkan memory kuat ke anak yang sudah aqil baligh, untuk tidak takut menanggung resiko, dan berani mengatakan benar meskipun itu pahit.

c. Pak Bambang dalam kondisi diborgol, di mobil yang penuh dg tim bareskrim, meminta anak perempuannya untuk duduk di pangkuan dia dan ikut sampai ke Bareskrim

Learning point : Dalam kondisi seburuk apapun, imam keluarga tetap bertugas menjaga iman dan kehormatan diri, anak, dan keluarganya.

d. Selama ditahan di bareskrim anak perempuannya setia mendampingi, justru muncul percakapan antara ayah dan anak ttg pra peradilan, proses tersangka dan proses hukum lainnya.

Learning point : seorang imam keluarga selalu memaknai semua moment baik indah maupun buruk, sebagai moment belajar untuk anak dan istrinya.

e. Saat anak dan istrinya ditanya wartawan, terlihat tegar, dan mengatakan "ini konsekuensi dari pekerjaan ayah"

Learning point: seorang imam keluarga harus mendidik anak dan istrinya menjadi pribadi yg tangguh, mendidik mereka agar bisa mandiri dan siap dengan segala kemungkinan

f. Pak Bambang tidak mau makan dan minum makanan dari Bareskrim

Learning point : seorang imam keluarga wajib memiliki "skeptical thinking" tidak mudah percaya, walaupun berada dalam tekanan.

g. Pak Bambang tadi pagi, jam 4.15 akhirnya sampai rumah dan bertemu dg anak dan istrinya. Kemudian yg beliau lakukan mencium kening anak dan istri, berganti baju koko, dan mengajak anak laki-lakinya jamaah sholat subuh di masjid.

Learning point : apapun kondisinya, seorang imam keluarga akan fokus pada masa depan, tidak terbelenggu dg masa lalu, segera "move on" melakukan peluang pahala berikutnya, terlebih dlm meninggalkan jejak pengalaman untuk anaknya.

Selama misi hidup seseorang belum selesai, yakinlah pasti Allah akan selalu memberikan tantangan untuk menaikkan kelas derajat hidupnya dan keluarganya.

Allah tidak akan membebani hambaNya, melainkan sesuai dg kemampuannya.

Pak Bambang yang ahli hukum dan sangat peduli pada keluarganya pasti akan mendapatkan tantangan hidup di kedua hal itu tidak mungkin yang lainnya.

Apa materi hidup yg sedang anda kuasai saat ini?, siapkan diri dan keluarga unt mendapat soal ujian di bidang tersebut.

Latih menjadi sosok yang tangguh mulai hari ini, karena tangguh itu menular

Happy weekend

Rabu, 21 Januari 2015

MEMBELA HIDUP

Bacaan: 1Yohanes 3:10-23 NATS: Jangan membunuh (Keluaran 20:13) Orang-orang Yahudi mengerti betul bahwa perintah Allah untuk tidak membunuh mengacu pada tindakan mencabut nyawa manusia dengan kedengkian. Perintah itu tidak melarang pemerintah untuk menggunakan hukuman mati atau untuk menyatakan perang. Perintah ini semata-semata berkenaan dengan moralitas pribadi. Keluaran 20:13 didasarkan pada kebenaran ilahi bahwa hidup manusia adalah suci dan bahwa kita harus melindungi dan memeliharanya. Setiap manusia memiliki citra Allah dalam dirinya. Bahkan janin telah ditandai dengan sebuah identitas khas sejak terjadinya pembuahan. Hidup adalah anugerah Allah yang sangat berharga, dan hanya Dia yang berhak mengambilnya. Aborsi, euthanasia, dan bunuh diri yang dibantu oleh dokter, semuanya harus dipandang dalam terang hak Allah atas hidup kita. Yesus memberikan perintah ini kepada setiap orang saat Dia berkata bahwa jika kita marah kepada seseorang tanpa alasan yang jelas, hukuman yang kita terima sama dengan hukuman bagi pembunuh (Matius 5:21,22). Dan Yohanes menulis, "Setiap orang yang membenci saudara seimannya, adalah pembunuh manusia" (1Yohanes 3:15). Hal ini menjadikan kita semua pembunuh yang membutuhkan pengampunan dan belas kasihan Allah. Terima kasih, Tuhan, atas kasih dan pengampunan-Mu. Tolonglah kami dengan Roh Kudus-Mu untuk mengasihi orang lain seperti Engkau telah mengasihi kami. Dan dengan berbuat demikian kami menghargai hidup, melindungi hidup, dan memperkaya hidup sebagai sebuah anugerah dari-Mu -DJD KEMARAHAN MEMBAWA KITA LEBIH DEKAT DENGAN BAHAYA

IMAN MENGARAHKAN KITA PADA KEMAHAKUASAAN TUHAN, BUKAN PADA KETIDAKMAMPUAN DIRI.

Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya, "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. (Matius 8:8) Seorang anak kecil tampak kebingungan mencari bola kecilnya. Setelah beberapa waktu mondar-mandir tanpa hasil, ia secara spontan berdoa, "Tuhan, tolong temukan bolaku." Bola itu tadi menggelinding menuruni jalan di depan rumah. Setiap orang di rumah telah berusaha ikut mencarinya, tetapi tidak ada yang menemukannya. Keesokan harinya, anak itu melompat-lompat kegirangan sambil bersorak, "Mama, Yesus telah membawa kembali bolaku!" Sang ibu menengok dari jendela dan melihat bola itu tergeletak di atas rumput. Bagaimana mungkin bola itu bisa ada di sana? Tidak ada yang tahu. Tetapi, anak kecil itu merasa Yesus tidak terlalu sibuk untuk mendengarkan permintaannya. Perwira dalam bacaan hari ini mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan Sang Penguasa alam semesta, dan ia menyadari bahwa dirinya hanyalah bawahan yang harus taat dan percaya pada apa yang dikatakan tuannya. Ketika Yesus mengatakan bahwa Dia akan datang ke rumahnya dan menyembuhkan hambanya yang sakit itu, perwira itu buru-buru berkata, "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh" (ay. 8). Yesus memuji iman perwira ini sebagai iman yang besar. Iman yang sederhana, namun sangat bermakna. Pengakuan tentang siapakah Yesus Kristus dalam hidup kita dan kepercayaan kita pada apa saja yang sanggup dilakukan-Nya, itulah iman! Iman yang sederhana ini akan memengaruhi sikap dan keyakinan kita kepada-Nya bahwa apa saja yang Dia katakan pasti terlaksana! IMAN MENGARAHKAN KITA PADA KEMAHAKUASAAN TUHAN, BUKAN PADA KETIDAKMAMPUAN DIRI.

Selasa, 20 Januari 2015

Orang Pintar, Orang Bodoh

"Orang pintar kebanyakan ide dan akhirnya tidak ada satupun yang jadi kenyataan. Orang goblok cuma punya 1 ide, dan itu jadi kenyataan." - Bob Sadino "Sekolah terbaik adalah sekolah jalanan, yaitu sekolah yang memberikan kebebasan kepada muridnya supaya kreatif." - Bob Sadino "Orang goblok sulit dapat kerja akhirnya buka usaha sendiri. Saat bisnisnya berkembang, orang goblok mempekerjakan orang pintar." - Bob Sadino "Setiap bertemu dengan orang baru, saya selalu mengosongkan gelas saya terlebih dahulu." - Bob Sadino "Orang pintar mikir ribuan mil, jadi terasa berat. Saya nggak pernah mikir.. melangkah saja, ngapain mikir kan cuma selangkah." - Bob Sadino "Orang goblok itu nggak banyak mikir, yang penting terus melangkah. Orang pintar kebanyakan mikir, akibatnya tidak pernah melangkah." - Bob Sadino

HIDUP BERGANTUNG KEPADA TUHAN BERARTI HIDUP BERDASARKAN IMAN, BUKAN BERGANTUNG PADA YANG LAIN.

Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN. (2 Tawarikh 20:4) Tatkala serdadu Arab (Sarasin) telah mendarat di jazirah Andalusia (Spanyol), komandannya memerintahkan agar perahu-perahu mereka dibakar semua. Apa alasannya? Agar, seandainya para prajurit terdesak oleh musuh, mereka tidak lari kembali ke perahu tersebut dan melarikan diri. Jadi, para prajurit itu hanya punya pilihan: maju terus, entah menang entah kalah. Sepasukan laskar besar dari Edom menyerang kerajaan Yehuda. Ketakutan melanda seluruh negeri termasuk Yosafat, raja kerajaan itu. Yosafat sadar ia tidak memiliki cukup kekuatan untuk menghalau musuh yang tiba-tiba menyerang itu. Ia terjepit dan tidak berdaya. Dalam suasana sangat mencekam itu, Yosafat mengambil keputusan yang tepat: mencari Tuhan! Ia mengajak seluruh rakyat Yehuda untuk berpuasa dan berseru meminta pertolongan Tuhan. Dan Tuhan, yang mendengar seruan doa itu, menyampaikan pesan melalui Yahaziel:"Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah" (ay. 15). Acap kali Tuhan dengan sengaja melenyapkan hal-hal yang selama ini menjadi andalan kita. Tuhan menghendaki agar kita hanya berharap dan mengandalkan pertolongan-Nya. Harta kekayaan, bakat, talenta, kecakapan, kepandaian, dan relasi yang kita anggap kuat, bisa jadi tempat kita bergantung seperti 'perahu Sarasin' itu. Sekali waktu, Tuhan mungkin akan membakar habis semua andalan kita itu dengan maksud agar kita hanya bergantung sepenuhnya kepada pertolongan-Nya.

Senin, 19 Januari 2015

Kesatuan Dalam Keluarga

Unity atau kesatuan dalam Kristus adalah hal yang indah jika dilakukan dalam kehidupan keluarga. Dalam bahas Indonesia kesatuan sama artinya dengan searah, sehaluan, seia sekata, sejalan, sependapat, sepikiran. Perjalanan keluarga kami sudah hampir 10 tahun kami jalani dengan satu prinsip berjalan dalam kesehatian dan kesatuan.  Pada saat akan memulai kehidupan satu keluarga  saya melamar istri saya untuk menikah, kami membuat kesepakatan bersama bagaimana kami akan memulai hidup berkeluarga. Saya dan istri sama sama sepakat seia sekata untuk saling mencintai dan sepikiran untuk saling menerima masing-masing pasangan  kami diri kami apa adanya.Memulai kehidupan satu keluarga, kondisi kami sangatlah tidak mudah.  Buat saya yang pada saat itu dengan kondisi ekonomi yang minim merupakan suatu tantangan berat. Pada saat melamar istri saya pada kondisi tidak sedang punya pekerjaan dan nominal uang di kantong yang hanya beberapa puluh ribu rupiah.  Banyak hal yang menjadi tantangan dan halangan pada saat kami akan memulai hidup berkeluarga, dan juga kendala-kendala yang terjadi rasanya mustahil buat pikiran manusia kami, apakah akan sanggup dan berhasil menjadi satu keluarga. Ceritanya terlalu banyak dan panjang jika dituangkan jadi skrip sinetron, bisa menjadi ratusan episode.Namun saya punya keyakinan jika kami sudah sepakat dan sehati untuk memulai  satu keluarga, dan menyerahkan kesepakatan tersebut kepada Tuhan yang Maha Kasih, maka segala kesulitan dan tantangan yang ada akan dibukakan jalan oleh Tuhan. Bagian kami adalah sehati dan sepakat , selanjutnya bagian Tuhan akan berkarya buat segala sesuatunya. Di dalam Alkitab pada Matius 18:19 tertulis : " Dan lagi aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di Surga.Perjalanan yang kami alami bukanlah suatu jalan yang lurus dan mulus, sering kali kami juga melalui kondisi yang bergelombang dan mengguncang kehidupan. Namun pemeliharaan Tuhan tetap kami rasakan karena kami senantiasa menjalaninya dengan tetap sehati dan sejalan. Dalam semua hal kami selalu upayakan melakukannya dalam kesehatian. Misalnya dalam menentukan gereja untuk kami berjemaat, memilih pekerjaan yang saya lakukan, memilih rumah yang akan kami tempati dan hal lain selalu kami lakukan berdasarkan kesepakatan antara saya dengan istri.Kami sekeluarga senantiasa mengandalkan Tuhan Yang Ajaib yang telah memelihara kehidupan kami sedemikian indahnya, bahkan mengangkat kami sedemikian dahsyat, semua karena anugeraNya yang menjadikan kehidupan kami  seperti saat ini. Di dalam Tuhan ada masa depan yang pasti dan berkelimpahan dalam kebaikan.God is Good!

Minggu, 18 Januari 2015

Jangan Mudah Marah

Seorang bos di sebuah perusahaan besar tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak ke pabriknya untuk melihat kinerja para karyawannya. Saat itu ia menemukan seorang pria muda yang tengah bersandar di dekat pintu, tengah santai memperhatikan para pekerja lain yang sibuk bekerja.
Dengan emosi Bos tersebut segera menghampiri pemuda itu dan bertanya, “berapa gajimu seminggu?” Dengan terkejut ia menjawab: “Rp. 100.000 per minggu. Memangnya kenapa Pak?” Bos itu lalu mengeluarkan dompetnya dan mengambil 4 lembar uang 100 ribu-an dan memberikannya kepada pemuda tersebut sambil berkata, “ini gajimu utk sebulan dan cepat pergi dari sini. Aku tidak mau melihatmu lagi!” Dengan rasa takut pemuda itu menerima uang tersebut dan segera pergi.
Namun alangkah terkejutnya si bos ketika tau bahwa pemuda yg dimarahinya tadi adalah pengantar pizza yang sedang menunggu uang dari personalia. Si bos sudah memberi uang 400.000 rupiah kepada seorang pemuda lugu hanya karena terlalu emosi.
Bukankah kita pun pernah seperti itu? Karena kita terlalu cepat marah akhirnya kita dengan mudahnya menghakimi orang lain, atau menyalahkan keadaan yang terjadi? Dan pada akhirnya merugikan diri kita sendiri? Kisah di atas tepat menjadi ilustrasi untuk beberapa ayat berikut ini:
“orang yang sangat cepat marah akan kena denda...”              (Amsal 19:19)
“...jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya...”            (Mazmur 37:7)
“janganlah lekas-lekas marah dalam hati...”             (Pengkotbah 7:9)
                Musa pun pada akhirnya tidak masuk tanah Kanaan hanya karena ia marah kepada bangsa Israel dan memukul batu (Bilangan 20:10-11), padahal Tuhan hanya memerintahkan ‘katakan kepada bukit batu’ dan bukan ‘marahi bangsa Israel dan pukul bukit batu’.
                Sebagai pemimpin dan orang tua, kita harus marah utk mendidik, tetapi tidak boleh mudah marah (emosional), sering-sering marah dan sedikit-sedikit marah. Amarah akan membuat damai sejahtera kita hilang dan membuat tekanan darah naik, cepat pusing, jantung berdebar bahkan bisa memicu ‘stroke’.

                Yakobus 1:19-20 mengatakan, “Hai saudara2 yang kukasihi, ingatlah ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat utk berkata-kata, dan juga lambat utk marah. Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.” (SES)

Sabtu, 17 Januari 2015

TALENTAKU, BERASAL DARI TUHAN

APAKAH TALENTA ITU?

Satu talenta merupakan ukuran yang sangat besar nilainya.
   
  1 Talenta = 6000 dinar (mata uang Romawi).
  1 Dinar adalah upah pekerja harian (Mat 20:2).
  Upah pekerja di Indonesia = Rp 1,2 juta/bulan
        = Rp 40.000/hari.
  1 Dinar   = 40.000 rupiah
  6000 Dinar = 6000 x 40.000
                     = 240.000.000 rupiah
  1 Talenta =    240.000.000 rupiah

Dalam Kamus Bahasa Indonesia:

 Talenta artinya: pembawaan seseorang sejak lahir, bakat. 


Sumber Talenta?
Matius  25:
ayat 14:
Tuhan mempercayakan harta/talenta kepada kita
ayat 15:
Masing-masing diberi menurut kesanggupannya. Tuhan lebih mengerti siapa diri kita dan kemampuan kita dibanding diri kita sendiri. 


Bagaimana Cara Penggunakan Talenta?
Matius 25:
ayat 16-18:
Pelipatgandaan terjadi pada orang yg bergerak dan menggali potensinya, bukan menggali tanah lalu  menyembunyikannya.
ayat 20-23:
Kepada orang yg setia dalam perkara kecil, akan dipercayakan tanggung jawab dalam perkara yg besar.
Mendapat upah yaitu kebahagiaan hidup, sukses, menikmati berkat
ayat 24-28:
Tuhan tidak suka kepada orang yg banyak alasan, bagi Tuhan banyak alasan disamakan dengan kejahatan dan pemalas
ayat 28-30:
Siapa yg mempunyai akan ditambahkan bahkan berkelimpahan.
Siapa yg tidak mempunyai, apapun yang ada padanya akan diambil dan dicampakkan dalam penghukuman.
Arti dari perumpamaan tentang talenta mengingatkan kita pada saat ini bahwa tempat dan pelayanan kita di sorga kelak akan ditentukan oleh kesetiaan dalam kehidupan dan pelayanan kita di bumi.
  Talenta melambangkan kemampuan, waktu, sumber daya dan kesempatan untuk melayani Allah ketika kita masih di bumi ini. Segala sesuatu yg dipercayakan Allah harus kita pertanggungjawabkan dan dikelola dgn sebijaksana mungkin.
  Apa yg kita terima di Sorga nanti tergantung pada apa yg kita miliki saat ini. Kedudukan dan warisan di Sorga akan sebanding dengan pengabdian kita sekarang kepada jalan dan Kerajaan Allah.


HUBUNGAN TALENTA DAN PELAYANAN
Bapa Sorgawi adalah Sang Pemberi Talenta.
Sejak lahir setiap manusia diberi talenta, hanya saja banyak diantara manusia yang tidak menyadari bahwa ada bakat dalam dirinya.
Talenta/bakat yang kita miliki harus kita kembangkan dengan tujuan melayani dan menyenangkan hati Tuhan.
Dalam mengembangkan talenta/bakat diri, kita perlu belajar, rendah hati, sabar, watak yangg saleh beribadah, hikmat, penguasaan diri dan kasih.
Kasih yang sepenuh hati dan penyerahan diri kepada Tuhan dilakukan terus menerus.”bukan kalau aku suka/mood”teruslah mengabdi dan setia dimana pun Allah memutuskan untuk menempatkan kita.


Kita dapat belajar pada kehidupan seseorang bernama Nick, yang tidak mempunyai kedua lengan dan kedua kakinya?
  Dalam keadaan seperti itu Nick tidak menyalahkan siapa pun, termasuk Tuhan. Karena dia mengerti bahwa dalam kekurangannya, ada “talenta yg besar" yang Tuhan berikan, yang dapat dia kembangkan.
  Yaitu bakatnya sebagai pembicara/motivator yang membangun dan memberkati banyak orang di seluruh dunia.
  Saat ini Nick menjadi pembicara/motivator terkenal di seluruh dunia, bahkan telah menikah dengan seorang wanita cantik yg sangat mencintainya pada tgl 12 Februari 2012.









TALENTA YANG ADA PADAMU
DIPAKAI BUAT APA?  



Jumat, 16 Januari 2015

"APA YANG KITA CARI?"

Bila kita hidup di gunung merindukan​ pantai...

Saat kita hidup di pantai pasti merindukan​ gunung...

Disaat musim kemarau kita bertanya kapan datangnya hujan...?

Dimusim hujan kita tanya kapan musim kemarau...?

Diam di rumah pengennya pergi ....

Setelah pergi pengennya pulang ke rumah....

Waktu timbul ketenangan kita mencari keramaian...

Saat  ramai kita merindukan ketenangan​
Sudah berkeluarga, mengeluh belum punya anak .....

Setelah punya anak mengeluh biaya  hidup dan pendidikan yang tinggi....

Ternyata SESUATU
tampak indah karena belum kita miliki .....

Kapankah kebahagiaa​n akan didapatkan​ kalau kita hanya selalu memikirkan​ apa yang belum ada, tapi mengabaikan​ apa yang sudah kita miliki ..... ???

Jadilah Pribadi yang SELALU BERSYUKUR... 
dengan apa  yang sudah kita miliki .....

Mungkinkah  selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini..???

Tentu saja menutupi telapak tangan saja sulit...

Tapi kalo daun kecil ini menempel dimata kita, maka tertutupla​h “ BUMI"

Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk, sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di-mana2.

Bumi inipun akan kelihatan buruk .....

Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun  yang kecil...

Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran yang buruk...
Walaupun cuma seujung kuku....

SYUKURI apa yang sudah kita miliki...

"Karena hidup adalah: 
WAKTU yang dipinjamkan, Harta adalah: ANUGERAH yang dipercayakan"
Semuanya itu bersifat sementara.
Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki.

Bersyukurlah atas keluarga yang kita miliki.

Bersyukurlah atas pekerjaan yang kita miliki...

Mari KitaTetap Semangat.
Tetap Mengucap Syukur.
"BERSYUKURLAH DALAM SEGALA HAL"     Beri yang terbaik buat sesama.

Kamis, 15 Januari 2015

MELANGKAH DI TAHUN YANG BARU (2015) BERSAMA DENGAN TUHAN


Minggu-minggu terakhir di tahun 2014 kita di kejutkan dengan beberapa peristiwa yang terjadi di tanah air yang mengejutkan banyak orang.  Beberapa daerah dilanda banjir, termasuk beberapa gereja di kabupaten Bandung, sehingga mereka harus merayakan natal di tengah-tengah banjir.  Beberapa daerah mengalami bencana tanah

 longsor yang menelan korban jiwa.  Kemudian berita yang lain adalah hilangnya pesawat Air Asia penerbangan Surabaya – Singapura.  Peristiwa-peristiwa ini membuat banyak orang takut, kecut dan tawar hati menjalani hari-hari di tahun baru ini.  Sebagai orang percaya, janganlah kita takut.   Kalau kita lihat Firman Tuhan di Hagai 2:7, kemudian diulangi lagi di Ibrani 12:26: “Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi,laut dan darat”.  Di akhir zaman ini akan banyak goncangan yang terjadi yang akan membuat bangsa-bangsa menjadi takut, tetapi tidak bagi orang yang percaya.
                Bagaimana sikap kita menjalani hari-hari sepanjang tahun 2015 ini?
1.         Jalani dengan ucapan syukur.
Kita semua memerlukan goncangan, tetapi di saat goncangan terjadi mari kita selalu bersuyukur dan bersukacita kepada Tuhan.  Goncangan ditambah sukacita atau ucapan syukur akan menghasilkan mujizat. (Kisah 16:25-26)
2.       Berharap dan mengandalkan Tuhan
Firman Tuhan berkata dalam Yeremia 17:5-8, bahwa orang yang mengandalkan manusia dan diri sendiri akan mengalami kutuk, tetapi orang yang mengandakan Tuhan akan mengalami berkat.
3.       Setia atau taat beribadah dan melakukan Firman-Nya
Kalau kita setia dan taat melakukan Firman Tuhan, Dia berjanji dalam wahyu 3:10: “Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau  dari hari pencobaan  yang akan datang atas seluruh dunia  untuk mencobai  mereka yang diam di bumi
4.       Semakin mengasihi Tuhan lebih dari apapun
Di atas semuanya itu biarlah gairah kita kepada Tuhan semakin meningkat,  jam-jam doa kita tingkatkan, pemahanan akan Firman-Nya juga kita tingkatkan.
Dengan kita melakukan hal-hal di atas, maka kita tidak perlu cemas dan khwatir akan apapun, karena Tuhan akan memelihara kita seperti memelihara biji mata-Nya.  Selamat memasuki tahun yang baru ini, Tuhan Yesus memberkati.

IMAN YANG KOSONG VS IMAN YANG HIDUP

IMAN YANG KOSONG VS IMAN YANG HIDUP
Suatu saat saya bertemu dengan seorang teman  yang sudah lama tidak ketemu.  Selain bertanya mengenai kabar, tentang keluarga, tentang kegiatannya sehari-hari, saya juga bertanya tentang rencanya ke depan.  Wah .... saya kagum sekali mendengar penjelasannya tentang kehidupannya yang akan datang, dia bercerita bahwa dia akan melakukan ini, itu dan sebagainya.  Beberapa tahun berikutnya sayabertemu lagi dengan orang tersebut, dan saya langsung bertanya tentang rencana-rencananya.  Ternyata tidak satupun yang menjadi kenyataan.  Dia hanya pintar dan hebat merencanakan sesuatu, tetapi tidak pernah dia bertindak memulainya.

Setiap orang  Kristen pasti mengaku memiliki iman.  Kalau kita berkata kepada seseorang (orang Kristen): “kamu tidak memiliki iman”, kemungkinan besar orang itu pastilah marah.  Kitab Yakobus berkata bahwa sehebat apapun iman kita, seyakin apapun kita akan sesuatu, sebesar apapun pengharapan kita kalau tidak disertai perbuatan, maka iman itu adalah iman yang kosong.  “ .... iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong” (Yakobus 2:20b).

Setiap orang pasti memiliki impian, harapan ataupun kerinduan di waktu yang akan datang, baik dalam keluarga, pasangan hidup, pekerjaan, karir dan lain-lain.  Namun tidak sedikit orang yang hanya bermimpi  saja, mendoakannya bahkan menuliskannya, namun tidak berusaha meraihnya untuk menggapainya.  Inilah iman yang kosong, iman yang mati, iman yang tidak disertai dengna tindakan dan perbuatan.

Ketika kita merencanakan sesuatu, doakanlah, tuliskanlah dan MULAILAH BERTINDAK untuk mewjudkannya.  “ .... iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu IMAN MENJADI SEMPURNA” (Yakobus 2:22). 

Apakah Saudara rindu memiliki IMAN YANG SEMPURNA?  Mulailah memiliki iman terhadap sesuatu yang saudara harapkan, doakan dengan tekun, tuliskan dalam buku impian saudara, kemudian mulailah juga bertindak dengan perbuatan-perbuatan yang nyata.  Ketika kita hanya beriman saja dan tidak melakukan apa-apa terhadap iman tersebut, maka Tuhanpun tidak akan melakukan apa-apa, tetapi ketika kita mulai bertindak atas apa yang kita imani, atas apa yang kita doakan, maka Tuhanpun akan mulai bertindak menolong kita untuk mewujudkannya.